© 2019  GIC
 

AGAMA PERDAMAIAN

April 3, 2015

 

Allah adalah Tuhan segalanya, bukan hanya Tuhan bagi umat Islam, tidak cuma Tuhan bagi orang-orang beriman. Dia “Rabb Al ‘Alamin”, pengatur semesta raya. Tuhan setiap dan seluruh makhluk di bumi, langit, dan diantara keduanya. Bahkan tidak sekedar mahkluk di planet bernama bumi ini. Tapi makhluk di seluruh wilayah tata surya. Dan entah di berapa galaxy lagi yang manusia belum atau tidak sanggup menemukannya. Allah Yang Maha Agung adalah Tuhan yang tidak terbatas wilayah kekuasaannya. Jika umat Islam menganggap semata-mata Allah adalah Tuhan bagi kalangannya sendiri, maka benarlah apa yang dikhawatirkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Bahwa kekeroposan Islam disebabkan faktor dari dalam.

 

Jika umat Islam beranggapan bahwa agama ini hanya Rahmatan Lil Muslimin, hanya anugerah untuk orang-orang muslim. Hanya Rahmatan Lil Mukminin, hanya anugerah bagi orang-orang beriman. Padahal Islam sesungguhnya adalah Rahmatan Lil ‘Alamin, anugerah bagi alam semesta. Maka tiada lain yang mengerdilkan firman Allah dan sabda Rasul-Nya selain umat ini sendiri. Jika umat Islam membiarkan perpecahan justru muncul dari dalam, dan terjadi di tubuhnya sendiri. Maka tujuan risalah Muhammad SAW untuk memperbaiki akhlak justru terbentur oleh umat yang diyakini sebagai yang terbaik ini. Islam adalah pembawa ajaran “Shirot Al Mustaqim”, agama perdamaian yang mengibarkan bendera keselamatan bagi umat manusia.

 

Seyogyanya jika Islam menempuh cara-cara nir-Kekerasan, dan menawarkan jalan damai sebagai pilihan utama metode berdakwah. Untuk melawan keburukan dan kemunkaran umat Islam perlu mengedepankan kebaikan dan kebajikan bukan justru kekerasan dan keberingasan yang malah menciderai akal sehat dan hati nurani. Sudah tegas dan kukuh Allah memfirmankan betapa tidak ada paksaan dalam beragama, sehingga seharusnya pemaksaan kehendak dicoret dari kamus besar perjuangan kaum Muslimin. Perang dan kontak fisik hanya diserukan jika dan hanya jika umat Islam dalam keadaan terancam jiwa raganya. Bahaya bagi citra Islam sendiri jika gerakan dakwah identik dengan gesekan-gesekan senjata dan pekikan takbir yang menakutkan dan menakuti anak-anak, orang tua dan perempuan.

 

Manusia muslim adalah manusia yang menebar salam sejahtera senyumnan hangat ucapan sopan dan perlindungan bagi minoritas. Manusia muslim adalah manusia yang yakin bahwa Allah lah pemegang otoritas tertinggi dan otoritas atas hidayah, iman, ketaatan, dan kepatuhan. Manusia muslim bukan manusia yang justru menjelma Tuhan baru yang mudah mengkafirkan manusia lain yang menghakimi keyakinan tanpa pengadilan yang berhak dan berwenang. Menghukum perbedaan dengan pengusiran dan pengucilan. Dan menganggap dirinya yang paling benar dan yang lain sesat.Tawadhu’ adalah ajaran utama yang melekat dalam keseharian Muhammad SAW sepanjang hayatnya.

 

Diplomasi yang baik dengan selalu menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang adalah Sunnah yang diajarkan Rasulullah. Kepada mereka yang menyakitinya pun Muhammad tidak lantas membalas dengan keburukan yang sama namun justru mendoakan dengan permohonan terbaik kepada Allah dan mengutamakan kemanusiaan serta kasih sayang diatas segala bentuk kebencian dan permusuhan. Tidak ada rumus dalam sejarah Muhammad yang mencatat tindakan memarjinalkan kelompok lain atas nama kebenaran.

 

Umat Islam bukanlah umat pengusir umat lain, bukanlah umat penjajah umat lain. Muhammad SAW telah mengajarkan perlakuan yang baik terhadap taklukan perang terutama anak-anak, orang tua, dan janda-janda yang ditinggal mati suami mereka. Jikapun harus berperang, umat Islam sangat menghargai genjatan senjata dan tidak menyerang, tidak menyerang rumah-rumah ibadah dan orang yang sedang beribadah.

 

Hanya Allah lah yang maha benar dan setiap manusia adalah tempat salah dan dosa. Jika Muhammad SAW saja memohon ampunan kepada Allah setiap saat, maka alangkah sombongnya kita jika merasa paling benar dan enggan memohon ampunannya. Berjuang di jalan Allah buka berarti menghalalkan segala cara. Marilah mengingat kasih sayang dan saling mengingatkan untuk tidak menegakkan kebenaran dengan cara-cara yang batil.

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

  • twitter-round
  • instagram-4-512
  • facebook-7-xxl
  • youtube-2-256
Risalah Islam Cinta

November 23, 2018

October 19, 2018

September 21, 2018

July 20, 2018

May 25, 2018

February 7, 2018

Please reload