Ayat-Ayat Adinda

Memiliki suara merdu tak lantas membuat Adinda (Tissa Biani Azzahra) mudah menjadi anggota tim qasidah sekolahnya. Faisal (Surya Saputra), ayah Adinda melarang dan dengan tegas meminta Adinda untuk fokus sekolah. Amira (Cynthia Lamusu), ibu Adinda, dengan lembut memberikan pemahaman kepada Adinda.

Selama ini keluarga Adinda tak pernah menetap lama di satu tempat. Mereka sering berpindah-pindah dan dikucilkan di manapun mereka tinggal. Perlahan Adinda mulai paham, hal itu diakibatkan kerena keluarganya dianggap sesat. Walau Adinda sendiri tak mengerti apa itu sesat.

Terdorong oleh keinginan keluarganya dibanggakan dan dihormati oleh orang lain, Adinda bertekad ikut lomba MTQ dan menjadi pemenang lomba tersebut. Tekad ini didukung oleh dua sahabat Adinda yang tulus, yaitu Fajrul (Badra Andhipani Jagat) dan Emi (Alya Shakila Saffana).

Namun keinginan Adinda mendapat rintangan. Keberadaan Faisal mulai terusik. Faisal mengultimatum istri dan anak-anaknya, Zulfikar (Moh. Hasan Ainun) dan Adinda agar tak bertingkah macam-macam, yang membuat mereka menjadi sorotan. Salah sedikit bukan hanya terusir kembali, keselamatan keluarga mereka pun terancam.

Larangan ayahnya tak membuat Adinda urung mengikuti lomba, tekadnya sudah bulat. Meski ia harus berbohong pada ayahnya. Satu tujuannya, membuat keluarganya terhormat dan tak lagi dianggap sesat.

Film Islam Cinta

Bersama Hanung Bramantyo dan Salman Aristo, Gerakan Islam Cinta memproduksi lima film layar lebar diantaranya; Mencari Hilal, Ayat-Ayat Adinda dan tiga film berikutnya adalah Keluarga Navis, Wahyu Bola, Dengan Nama Tuhan.

 

Di benak MAHMUD (Deddy Sutomo), tak ada yang lebih mulia selain tulus berjuang menerapkan perintah Islam secara kaffah dalam semua aspek hidup. Bertahun-tahun lamanya Mahmud berdakwah agar setiap orang percaya bahwa Islam adalah satu-satunya solusi semua persoalan hidup.

Sayangnya semangat Mahmud tercederai saat Mahmud mendapati adanya isu sidang Isbat Kementrian Agama yang menelan dana 9 milyar untuk menentukan hilal yang memastikan datangnya Hari raya Idul Fitri. Mahmud teringat lagi tradisi mencari Hilal yang dilakukan pesantrennya dulu - perjalanan yang sarat makna spiritual, tapi sudah lama tak dilakukan lagi sejak pesantrennya bubar puluhan tahun lalu.

Di penghujung umurnya yang menua, Mahmud ingin mengulang tradisi itu untuk membuktikan kepada semua orang bahwa ibadah tidak dibuat untuk memperkaya diri. Hilal bisa ditemukan tanpa harus menelan biaya milyaran. 

Sayangnya upayanya itu terhalangi oleh larangan HALIDA (Erythrina Baskoro), anak perempuannya karena mengkhawatirkan kesehatan Mahmud yang menurun. Mahmud tetap bersikeras pergi. Akhirnya Halida membolehkan Mahmud pergi dengan syarat harus ditemani HELI (Oka Antara), anak bungsu Mahmud yang sudah sejak lama pergi dari rumah karena selalu bertentangan dengannya. 

Heli sang aktivis lingkungan hidup ini kerap kali membuat Mahmud gerah karena sangat kritis terhadap agama . Heli sendiri sebenarnya menolak menemani Mahmud. Namun dia terpaksa menuruti permintaan Halida agar kakaknya yang bekerja di kantor imigrasi itu membantunya mengurus paspornya yang kadaluarsa bertepatan dengan libur lebaran. Dia butuh secepatnya keluar negeri membantu para aktifis dunia berjuang melawan perusakan lingkungan di Nikaragua.

Dengan terpaksa, kedua bapak-anak ini melakukan perjalanan bersama dan bertemu banyak peristiwa dan orang, diantaranya ARIFIN (Toro Margens), teman lama Mahmud yang juga ternyata seorang caleg yang ambisius.

Berhasilkah Mahmud memenuhi janjinya untuk melihat hilal di lokasi yang ditentukan dalam tradisi pesantrennya sebelum datangnya Idul Fitri? 

Berhasilkah Heli mendapatkan paspor barunya tepat waktu dengan membantu Mahmud yang selalu ingin dihindarinya itu?

Mungkinkah Ramadhan kali ini menautkan kembali dua hati yang terpisah ini?

Mencari Hilal

© 2020  GIC