top of page

Roadshow Literasi Islam Cinta (LIC) Bukittinggi “LIC Menjadi Angin Segar yang Sangat Menyejukkan”


Kota Bukittinggi adalah sebuah kota yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tertinggi di Sumatera Barat, dengan lanskap masyarakat yang multireligius dan multikultural. Penduduk Muslim di kota ini mencapai 97,78%, yang kemudian secara berurutan diikuti oleh oleh pemeluk Protestan (1,01%), Katolik (0,96%), Hindu (0,07%), dan Buddha (0,18%). Adapun dari sisi etnis, selain Minangkabau sebagai etnis yang dominan, Kota Bukittinggi juga dihuni oleh etnis Tionghoa, Jawa, Tamil, dan Batak. Kehidupan umat beragama, baik di kalangan internal maupun antarumat beragama di Bukittinggi sekalipun pada umumnya kondusif dalam arti belum pernah terjadi konflik terbuka yang mengarah kepada tindak kekerasan (violence conflict), namun sebenarnya terjadi konflik laten antar-kelompok keagamaan lantaran perbedaan kepentingan. Kasus-kasus keagamaan dan kasus sosial bernuansa agama yang terjadi selama ini baik yang aktual maupun yang tidak, membuktikan bahwa konflik laten di kalangan umat beragama di Bukittinggi cukup intens. Belakangan, menguatnya politik identitas dalam konstalasi politik ibukota dan nasional, juga sangat terasa pengaruhnya terhadap kehidupan keagamaan di Bukittinggi. Falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah yang menjadi pegangan masyarakat Minangkabau sejak masa Paderi kemudian sering ditafsirkan secara sempit oleh kelompok-kelompok konservatif untuk mempertegas pengaruh mereka.

Karenanya, kegiatan Roadshow Literasi Islam Cinta di Bukittinggi yang diusung oleh Gerakan Islam Cinta (GIC) yang bekerjasama dengan PPIM UIN Jakarta dan Convey Indonesia, menjadi angin segar yang sangat menyejukkan. Sebagaimana yang diungkap oleh Dr. Gazali, MA, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Bukittinggi, “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena mahasiswa dan pemuda di Bukittinggi sangat membutuhkannya”. Sebagai bentuk apresiasi mendalamnya, IAIN Bukittinggi langsung mengikat GIC dengan pakta Memorandum of Understanding (MoU) dan menjadi tempat pertama peluncuran Reading Club Gen Islam Cinta. Pada acara tersebut, hadir para dosen dan ratusan mahasiswa dari berbagai program studi yang ada di IAIN Bukittinggi. Kegiatan yang dirangkai dengan talkshow dan bedah buku ini juga menjawab permasalahan besar yang dihadapi oleh civitas akademika IAIN Bukittinggi. Karena sebagaimana dikatakan oleh Dr. Zulfan Taufik, MA.Hum dan Silmi Novita Nurman, MA yang menjadi narasumber pada acara tersebut, riset yang telah dilakukan terhadap mahasiswa IAIN Bukittinggi pada tahun 2018 menunjukkan bahwa tingkat literasi mahasiswa sangat rendah, terbukti dari konsumsi buku yang sangat minim. Dari sedikit mahasiwa yang membaca buku tersebut, buku yang menjadi bacaan mereka adalah buku-buku Islamisme populer. Sehingga buku-buku Gen Islam Cinta yang didistribusikan kepada mahasiswa sekaligus peluncuran reading club, menjadi “obat” ganda bagi lemahnya literasi dan penyeimbang bagi bahan bacaan Islamisme populer yang dikonsumsi mahasiswa.

Selain kegiatan di kampus IAIN Bukittinggi, Roadshow Literasi Islam Cinta di Bukittinggi juga dirangkai dengan kegiatan Sinergi Komunitas, yang diselenggarakan di Teras Kota Cafe and Resto. Pada kesempatan tersebut, hadir perwakilan dari beberapa komunitas literasi dan kepemudaan yang ada di Bukittinggi. Bahkan hadir pula perwakilan dari komunitas Pemuda Buddha, karena tertarik dengan ide yang diusung dalam kegiatan ini. Dalam diskusinya, para perwakilan peserta dari berbagai komunitas tersebut satu persatu memberi tanggapan positif atas kehadiran Reading Club Gen Islam Cinta dan buku-bukunya yang didistribukan melalui klub baca tersebut. Jumlah keseluruhan peserta dalam rangkaian kegiatan roadshow di Bukittinggi sebanyak 310 peserta yang terdiri dari 240 orang Perempuan dan 70 orang laki-laki.

Commentaires


  • twitter-round
  • instagram-4-512
  • facebook-7-xxl
  • youtube-2-256
Risalah Islam Cinta
bottom of page